Siapa Cepat Dia Dapat! Serunya Belajar Koding Lewat Game Labirin

NIKI-NIKI – Ada pemandangan yang berbeda dan penuh semangat di ruang kelas VII SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki akhir-akhir ini. Pasalnya, para siswa kini tengah menggandrungi mata pelajaran (mapel) baru yang sangat kekinian, yaitu Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Alih-alih disambut dengan kerutan dahi karena membayangkan rumitnya bahasa pemrograman, mapel baru ini justru disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh para siswa dari kelas VII A hingga VII D. Rahasianya? Pendekatan belajar yang dikemas layaknya sedang bermain game.

Mata pelajaran KKA ini diampu oleh guru I Wayan Suastika, atau yang akrab disapa Pak Iwan. Untuk mengenalkan logika dasar pemrograman kepada siswa kelas VII, Pak Iwan menggunakan pendekatan gamifikasi melalui platform edukasi Blockly Games, khususnya pada jenis permainan Maze (labirin).

Dalam permainan edukatif ini, siswa tidak disuguhkan deretan teks kode yang membosankan, melainkan blok-blok perintah visual yang harus disusun agar karakter di layar bisa menemukan jalan keluar dari labirin.

Terdapat 10 level yang harus diselesaikan oleh para murid. Tingkat kesulitannya pun bervariasi dan bertahap. Level-level awal mungkin masih terasa mudah dan cepat diselesaikan. Namun, begitu menyentuh level-level akhir—terutama level 10—para siswa mulai dibuat "pusing" untuk merangkai algoritma dan logika yang paling tepat agar karakter tidak menabrak tembok labirin.

Suasana kelas semakin hidup dan kompetitif ketika Pak Iwan memberikan challenge atau tantangan khusus. Beliau menyiapkan hadiah spesial bagi siswa yang berhasil menjadi orang pertama yang menaklukkan level 10 yang terkenal paling sulit tersebut.

"Adanya tantangan dan hadiah ini benar-benar memompa semangat anak-anak. Mereka jadi berlomba-lomba memecahkan teka-teki logika koding tanpa merasa sedang dijejali materi pelajaran yang berat," ujar Pak Iwan.

Keseruan itu memang terasa nyata. Di sepanjang pelajaran, terdengar sorak-sorai ketika ada siswa yang berhasil melewati satu level, disusul dengan diskusi seru saat mereka stuck di level yang sulit.

Sebagai salah satu mata pelajaran pilihan dalam kerangka Kurikulum Merdeka, hadirnya mapel KKA di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki menjadi langkah yang sangat relevan. Di era digital yang bergerak serba cepat, membekali siswa dengan kemampuan Computational Thinking (berpikir komputasional) sejak dini bukan lagi sekadar tambahan, melainkan sebuah keharusan.

Melalui keseruan Blockly Games bersama Pak Iwan, siswa kelas VII SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki tidak hanya sekadar bermain, tetapi sedang meletakkan fondasi penting untuk menjadi generasi yang siap menghadapi era kecerdasan buatan di masa depan. Kira-kira, siapa ya siswa pertama yang berhasil membawa pulang hadiah dari Pak Iwan?

 


Posting Komentar

0 Komentar