DOKUMEN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KSP)
SMP SWASTA KATOLIK ST ALOYSIUS NIKI-NIKI
TAHUN AJARAN 2026/2027
Disusun Oleh: Tim Pengembang Kurikulum
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki Tahun Pelajaran 2026/2027. Kurikulum Satuan Pendidikan ini disusun dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai dasar, arah, dan pedoman operasional pengembangan pembelajaran di sekolah, selaras dengan visi, misi, dan tujuan institusi yang telah ditetapkan.
Dalam era transformasi pendidikan, SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki mempersembahkan KSP 2026/2027 yang adaptif dan inovatif. Kurikulum ini mengacu pada pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai jawaban atas tantangan masa depan, sekaligus menjadi manifestasi konkret dari implementasi kurikulum nasional yang mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila, nilai-nilai spiritualitas Katolik, serta kearifan lokal masyarakat Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dokumen ini bukan sekadar panduan operasional, melainkan sebuah cetak biru komprehensif yang menggambarkan visi besar dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul. Melalui pendekatan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, setiap murid dibekali dengan kompetensi abad 21 yang diperlukan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
KSP ini menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyinergikan dimensi-dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar yang autentik dan kontekstual. Pembelajaran dirancang untuk tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh, menumbuhkan daya kreativitas yang tinggi, serta menanamkan kepedulian yang tulus terhadap sesama dan lingkungan.
Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan atas dukungan pemikiran, bimbingan, serta kerja sama dari berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 ini, khususnya kepada:
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
- Koordinator Pengawas dan Pengawas Pembina Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
- Pihak Yayasan Penyelenggara Pendidikan Katolik dan Pastor Paroki setempat yang senantiasa memberikan dukungan moral dan spiritual.
- Pengurus MKKS Kabupaten Timor Tengah Selatan.
- Komite SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki.
- Seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa mencurahkan rahmat dan berkat-Nya kepada kita semua yang terus bekerja keras memajukan pendidikan, khususnya di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki. Upaya bersama ini tidak lain adalah untuk mewujudkan lulusan yang beriman, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berwawasan luas, cakap, kreatif, mandiri, peduli pada sesama, serta senantiasa menghidupi semangat pelindung sekolah, Santo Aloysius Gonzaga.
Kami menyadari bahwa dokumen kurikulum ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan dari berbagai pihak demi penyempurnaan Kurikulum Satuan Pendidikan ini di masa mendatang.
Niki-Niki, 1 Juli 2026
Kepala SMPSK St Aloysius Niki-Niki
Rm. Milikhiur Tamelab, Pr., S.Fil., Gr
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disingkat SMP adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari SD atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SD.
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki tahun pelajaran 2026/2027 ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan pendidikan yang memuliakan setiap anak melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM). Sebagai lembaga pendidikan formal yang berlandaskan iman dan nilai-nilai Katolik, penyelenggaraan pendidikan di sekolah kami bernaung di bawah keteladanan Santo Aloysius Gonzaga. Dengan mengusung motto "Ad Maiora Natus Sum" (Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar), Pembelajaran Mendalam di sekolah kami didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan murid dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sekaligus membentuk karakter murid yang tangguh secara spiritual dan intelektual.
Konteks yang ada pada SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dengan kearifan budayanya menjadi kekuatan tersendiri dalam implementasi PM. Sekolah kami secara khusus menyoroti kearifan budaya Timor Tengah Selatan, khususnya Amanuban Tengah, di mana pendidikan berbasis budaya berfokus pada pembentukan karakter tangguh, harmonis, dan menghargai lingkungan. Nilai-nilai luhur seperti Neka Afu (rendah hati) dan Muke (sabar) diintegrasikan untuk menanamkan penghargaan terhadap sesama. Lebih lanjut, tradisi tutur seperti Natoni dan Okomama menjadi media esensial dalam pendidikan sopan santun, diplomasi, dan toleransi beragama yang sudah terbangun kuat di Niki-Niki.
Kesadaran ekologis juga menjadi harga mati bagi Atoin Meto di lingkungan sekolah kami, di mana anak-anak dididik untuk mengelola lahan kering secara bijak dan mencintai alam. Sistem kekerabatan (Nono, Ume, dan Uf) turut ditanamkan sebagai fondasi identitas diri dan kepemimpinan. Transformasi ini merespons hasil evaluasi pembelajaran yang menunjukkan perlunya pendekatan yang kontekstual dengan tetap menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus arus modernisasi, sejalan dengan kurikulum nasional.
B. Landasan Yuridis
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
- Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
- Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan;
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru;
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran;
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 tentang Standar Pembiayaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 048/H/KU/2023 tentang Petunjuk Teknis Standar Sarana dan Prasarana pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi No. 032/H/KR/2024 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka;
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Sistem Penerimaan Baru;
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah;
- Edaran Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru;
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah;
- Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
- Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah No. 046/H/KR/ 2025 Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah
- Permendikdasmen No 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses
- Permendikdasmen No 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
- Peraturan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menegah No.020 Tahun 2026 tentang Revisi pada CP Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti
- Permendikdasmen No 9 Tahun 2026 tentang Asesmen Nasional.
C. Landasan Filosofis
Pembelajaran Mendalam di sekolah dan dan sekolah menengah dibangun atas filosofi yang memuliakan hakikat anak sebagai individu yang unik dan memiliki potensi luar biasa. Pendekatan ini tidak memandang anak sebagai objek pembelajaran, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki kapasitas untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungan, teman sebaya, dan orang dewasa di sekitarnya.
Filosofi ini sejalan dengan pemikiran John Dewey tentang learning by doing, dimana anak belajar melalui pengalaman langsung dan refleksi terhadap pengalaman tersebut. Juga berkaitan dengan teori konstruktivisme Piaget yang menekankan bahwa anak membangun pengetahuannya melalui interaksi aktif dengan lingkungan, serta teori zona perkembangan proksimal Vygotsky yang menunjukkan pentingnya scaffolding dalam mendukung anak mencapai potensi maksimalnya.
Berkesadaran (Mindful) dalam konteks Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah berarti pembelajaran yang melibatkan kesadaran penuh anak terhadap proses belajarnya. Anak diajak untuk memahami apa yang sedang dipelajari, mengapa hal tersebut penting, dan bagaimana cara mempelajarinya. Guru memfasilitasi anak untuk menjadi pembelajar yang reflektif sejak usia dini, sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya.
Bermakna (Meaningful) mengandung arti bahwa pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, kontekstual dengan lingkungan terdekatnya, dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi. Pembelajaran tidak bersifat abstrak, melainkan konkret dan dapat dialami langsung oleh anak melalui berbagai aktivitas bermain yang edukatif.
Menggembirakan (Joyful) menekankan bahwa suasana belajar harus positif, menyenangkan, dan menginspirasi. Kegembiraan bukan hanya soal hiburan, tetapi tentang penciptaan lingkungan emosional yang aman dan mendukung, dimana anak merasa nyaman untuk bereksplorasi, bertanya, membuat kesalahan, dan belajar dari pengalaman tersebut.
Pembelajaran Mendalam di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki mengintegrasikan nilai-nilai iman Katolik dan luhur Pancasila yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, serta nilai-nilai budaya Timor Tengah Selatan, khususnya Amanuban Tengah, yang kaya akan kearifan lokal. Hal ini tercermin dalam delapan dimensi profil lulusan yang dikembangkan melalui pembelajaran yang autentik dan kontekstual.
Pembelajaran tidak hanya mengembangkan kompetensi individual anak, tetapi juga membangun kesadaran anak sebagai bagian dari masyarakat yang beragam, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, kerukunan umat beragama, dan kemanusiaan yang universal sesuai dengan ajaran kasih.
Dengan landasan filosofis yang kuat ini, KSP SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki diharapkan dapat menjadi panduan yang komprehensif dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam yang memuliakan setiap anak dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri, kreativitas, kebijaksanaan, serta berpegang teguh pada semangat Ad Maiora Natus Sum.
BAB II ANALISIS KARAKTERISTIK SEKOLAH
A. Profil Satuan Pendidikan
SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki merupakan lembaga pendidikan tingkat menengah pertama yang berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Perubahan ini menempatkan anak sebagai pembelajar aktif yang memiliki potensi luar biasa untuk berkembang di lingkungan yang menjunjung tinggi toleransi dan karakter religius. Berikut adalah identitas lengkap institusi:
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Nama Sekolah | SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki |
| NPSN | 50307168 |
| Status | Swasta |
| Bentuk Pendidikan | SMP |
| SK Pendirian Sekolah | 8051/D/I/79 |
| Tanggal SK Pendirian | 08 Agustus 1960 |
| Tanggal SK Izin Operasional | 01 Januari 1981 |
| Kode Pos | 85571 |
| aloysiusnikiniki@yahoo.com |
B. Konteks Sosial dan Ekonomi
SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki terletak di wilayah dataran tinggi Timor yang beriklim sejuk (The Freezing City). Lingkungan fisik sekolah dikelilingi oleh area yang relatif dingin, kerap berkabut pada musim tertentu, namun sangat subur. Lokasi sekolah cukup strategis karena berpadu dengan jalur utama Trans Timor yang ramai, sementara area di sekitar kompleks sekolah masih berupa perbukitan, ladang pertanian (jagung dan umbi-umbian), serta sabana tempat penggembalaan ternak. Kedekatan sekolah dengan situs warisan Kerajaan Amanuban memberikan nuansa historis yang kental bagi siswa sehari-hari.
Kondisi ekonomi mayoritas orang tua murid berada pada kelas menengah ke bawah. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani lahan kering (subsisten) dan peternak tradisional, sementara sebagian kecil berprofesi sebagai pedagang pasar tradisional, pengemudi transportasi, buruh bangunan, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS). Keterbatasan fasilitas penunjang di rumah tangga, termasuk akses terhadap perangkat teknologi canggih dan internet yang stabil, menjadikan sekolah sebagai tumpuan utama akses digital bagi murid, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan kaki cukup jauh dari desa-desa sekitar.
C. Konteks Sosial Budaya
Sisi kultural murid di Niki-Niki sangat homogen secara etnis namun sangat dinamis dalam memelihara nilai-nilai kerukunan. Mayoritas murid merupakan anak-anak asli suku Dawan (Atoni Pah Meto) yang tumbuh dengan bahasa ibu (Uab Meto). Mereka dibesarkan dalam budaya komunal yang kental dengan konsep gotong royong dan penghormatan kepada struktur adat kekerabatan kerajaan dan tokoh adat.
Penduduk di sekitar sekolah dan wilayah Niki-Niki pada umumnya juga berbaur dengan warga keturunan Tionghoa, Jawa, dan Bugis. Budaya kerukunan dan saling menghargai lewat tradisi sirih pinang (Okas) membuat murid-murid dari latar belakang agama yang berbeda—Katolik, Protestan, maupun Islam—terbiasa hidup berdampingan secara damai dan toleran. Heterogenitas ini justru menjadi instrumen efektif dalam menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila yang ber-kebinekaan global.
D. Analisis Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidik di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki berjumlah 20 orang, yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Para guru di sekolah ini memiliki karakteristik yang tangguh, menunjukkan antusiasme tinggi dalam berinovasi, serta memiliki kepedulian yang tulus terhadap perkembangan anak didik. Kebutuhan pengembangan kapasitas guru terfokus pada pemanfaatan teknologi secara optimal—terutama pemanfaatan sarana lab komputer dan aplikasi ujian CBT—serta teknik asesmen diagnostik untuk menunjang pembelajaran berdiferensiasi.
Data-data pendidik dan tenaga kependidikan adalah sebagai berikut:
Tenaga Pendidik
| No | Nama | Kualifikasi | Jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Angela Juniati Lanus | S1 | Guru Mapel PABD |
| 2 | Aplonia Roswita Naisaban | S1 | Guru Mapel IPS |
| 3 | Beata Maria Imaculata Juan Ninu | S1 | Guru Mapel Bahasa Inggris |
| 4 | Berliana Nailape | S1 | Guru Mapel PKn |
| 5 | Chrisensia Yohana Saunoah | S1 | Guru Mapel Bahasa Indonesia |
| 6 | Diana Maria Adriana | S1 | Guru Mapel Bahasa Indonesia |
| 7 | Emanuel Taboy | S1 | Guru Mapel Bahasa Inggris |
| 8 | Febronia Mau | S1 | Guru Mapel PABD |
| 9 | Fetri S. Tune | S1 | Guru Mapel Bahasa Indonesia |
| 10 | Fridelina Tefa Nitsae | S1 | Guru Mapel IPA |
| 11 | I Wayan Endra Setiawan Suastika | S1 | Guru Mapel Informatika |
| 12 | Leonard Afriando | S1 | Guru Mapel PJOK |
| 13 | Marselina Apriyanti Ivon | S1 | Guru Mapel IPA |
| 14 | Ofni Y Kikhau | S1 | Guru BK |
| 15 | Ordiance Bansele | S1 | Guru Mapel Matematika |
| 16 | Oktovianus Nino | S1 | Guru Mapel IPS |
| 17 | Rofina Jelita | S1 | Guru BK |
| 18 | Cicilia Rakmeni | S1 | Guru Mapel Seni Budaya |
| 19 | Yolanda Lite | S1 | Guru Mapel Bahasa Inggris |
| 20 | Yudith Natalie Ninu | S1 | Guru Mapel Matematika |
Tenaga Kependidikan
| No | Nama | Kualifikasi | Jabatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Rm. Milikhiur Tamelab, Pr., S.Fil., Gr | S1 | Kepala Sekolah |
| 2 | Getrudis Tse | S1 | Bendahara BOS |
| 3 | Marline Lamerce Ariance Frans | S1 | Pegawai Tata Usaha |
| 4 | Yohanes Paulus Taolin | SMA | Pegawai Perpustakaan |
E. Analisis Murid
Murid merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri, dan inovatif. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam (PM) yang diterapkan di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki. Murid-murid di sekolah kami berasal dari wilayah Kecamatan Niki-Niki serta desa-desa di sekitarnya di kawasan Amanuban Tengah. Latar belakang pendidikan murid berasal dari berbagai SD/MI dengan tingkat kemampuan yang bervariasi, termasuk murid yang membutuhkan perhatian khusus. Usia murid pada SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki berkisar antara 13 hingga 15 tahun.
Penerimaan murid baru dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan kesiapan belajar dan riwayat akademik. Penempatan murid di setiap kelas dirancang secara inklusif dengan memadukan beragam latar belakang asal sekolah, usia, serta tingkat kemampuan awal. Pengelompokan ini mengacu pada prinsip menghargai keberagaman, baik dari segi kebutuhan sosial-emosional, kognitif, maupun psikomotorik murid.
Keberagaman individual menjadi kekayaan tersendiri dalam implementasi Pembelajaran Mendalam di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki. Setiap anak memiliki gaya belajar, kecepatan perkembangan, dan minat yang unik—sebagian responsif terhadap media visual, sebagian berfokus melalui gerak (kinestetik), dan sebagian lainnya lebih cepat memahami melalui pendengaran (auditori). Keberagaman ini mendorong para pendidik untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi (differentiated learning), di mana guru merancang pengalaman belajar yang fleksibel untuk mengakomodasi potensi setiap murid.
Latar belakang keluarga dan etnis yang beragam—mencakup etnis Dawan (Atoni Pah Meto), keturunan Tionghoa, Jawa, Bugis, serta keberagaman latar belakang agama—memberikan warna dinamis dalam interaksi harian di sekolah. Anak-anak membawa perspektif budaya yang kaya, yang memperluas wawasan diskusi di kelas melalui semangat kerukunan (Okas). Kehadiran murid dengan berbagai latar belakang ini secara alami menanamkan nilai-nilai empati, inklusivitas, toleransi, serta kasih fraternal di antara sesama murid sesuai dengan semangat Santo Aloysius Gonzaga.
F. Analisis Sarana dan Prasarana
Infrastruktur dan sarana prasarana di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dirancang secara terencana untuk mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) secara holistik dan berkelanjutan. Meskipun berada di daerah dengan keterbatasan akses teknologi rumah tangga, sekolah berkomitmen menyediakan lingkungan belajar fisik maupun digital yang kondusif, ramah anak, serta merangsang tumbuh kembang kognitif, afektif, dan psikomotorik murid. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah dimanfaatkan secara optimal untuk merespons kebutuhan digitalisasi, pengembangan nalar saintifik, pembentukan kebugaran jasmani, serta penyaluran bakat seni dan budaya.
Secara spesifik, ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki mencakup beberapa area utama sebagai berikut:
- Laboratorium Komputer dan Laboratorium IPA: Sekolah menyediakan Laboratorium Komputer yang dilengkapi dengan sejumlah unit komputer yang terhubung ke jaringan lokal dan internet. Ruang ini menjadi pusat pengembangan literasi digital, pengenalan logika komputasi, serta pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Sementara itu, Laboratorium IPA difungsikan sebagai wadah eksplorasi saintifik murid untuk melakukan eksperimen empiris, pengamatan alam, serta pembuktian konsep-konsep sains secara langsung melalui prinsip learning by doing.
- Perpustakaan Sekolah: Perpustakaan sekolah difungsikan sebagai pusat sumber belajar dan penguatan literasi membaca murid. Perpustakaan menyediakan koleksi buku teks utama, buku pendamping, serta beragam buku nonteks (sastra, cerita rakyat lokal, dan pengetahuan umum) yang mendukung budaya membaca harian (circle time dan baca senyap) serta memfasilitasi kegiatan riset mandiri bagi murid.
- Fasilitas Olahraga dan Kesehatan: Untuk menunjang perkembangan fisik-motorik, kedisiplinan, dan semangat gotong royong, sekolah memiliki Lapangan Futsal yang memadai serta ketersediaan berbagai kelengkapan alat olahraga (seperti bola voli, bola kaki, serta perlengkapan atletik dan bela diri Karate). Fasilitas ini digunakan secara aktif dalam kegiatan intrakurikuler PJOK maupun pengembangan bakat melalui ekstrakurikuler olahraga.
- Sarana Kesenian dan Kebudayaan: Dalam rangka menyalurkan kreativitas serta melestarikan budaya, sekolah dilengkapi dengan beragam peranti kesenian yang bervariasi. Fasilitas ini meliputi seperangkat peralatan Marching Band lengkap, serta instrumen musik modern dan ritmis seperti gitar, piano/kristal keyboard, pianika, cajon, dan recorder. Seluruh sarana kesenian ini menjadi sarana ekspresi emosional, estetika, dan penguatan karakter percaya diri murid.
- Inovasi dan Infrastruktur Digital Sekolah: Sebagai wujud transformasi manajemen sekolah modern dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna, sekolah telah mengimplementasikan dua sistem digital utama:
- Sistem Presensi Digital Siswa: Pengelolaan kedisiplinan dan partisipasi kehadiran murid dilakukan secara real-time berbasis pemindaian scan QR Code, yang memudahan pemantauan dan pelaporan kehadiran secara terintegrasi.
- Aplikasi SPEKSAY CBT (Computer-Based Test): Manajemen evaluasi dan asesmen pembelajaran (Asesmen Sumatif Harian, Tengah Semester, hingga Akhir Jenjang) dilaksanakan secara digital menggunakan aplikasi CBT mandiri yang dikembangkan internal sekolah. Pemanfaatan sistem ini memastikan proses penilaian berlangsung secara transparan, akuntabel, efisien, sekaligus membiasakan murid dengan instrumen akademik berbasis teknologi digital.
Selain fasilitas utama di atas, kompleks SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dilengkapi dengan ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, tempat ibadah/ruang doa, fasilitas sanitasi/toilet yang bersih, serta area terbuka hijau yang dimanfaatkan sebagai lahan praktik pembelajaran lingkungan hidup. Seluruh sarana dan prasarana ini dipelihara secara berkala guna menjamin rasa aman, nyaman, dan keselamatan bagi seluruh warga sekolah.
G. Analisis Kemitraan dan Kerjasama
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, membina karakter murid, serta mewujudkan ekosistem sekolah yang inklusif dan holistik, SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki secara aktif membangun kemitraan dan kerja sama strategis (Tri Pusat Pendidikan) dengan berbagai instansi pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, serta satuan pendidikan lainnya di wilayah Kecamatan Amanuban Tengah dan sekitarnya. Kemitraan ini dirancang untuk melengkapi pengalaman belajar murid melalui keterlibatan pihak luar yang kompeten.
Bentuk kolaborasi dan kerja sama strategis yang dijalankan oleh SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki mencakup beberapa bidang utama sebagai berikut:
- Kemitraan Spiritual, Keagamaan, dan Yayasan: Sebagai lembaga pendidikan formal berbasis Katolik yang bernaung di bawah naungan Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, sekolah menjalin hubungan kerja sama yang sangat erat dengan Paroki St. Arnoldus Janssen dan St. Yoseph Freinademetz (ARYOS) Niki-Niki. Kolaborasi ini berfokus pada pendampingan spiritualitas dan rohani murid, penyelenggaraan Perayaan Ekaristi secara berkala, kegiatan rekoleksi, Misa Pembukaan/Penutupan Tahun Ajaran, serta pembinaan iman dan budi pekerti guna memperkuat nilai-nilai Katolik pada diri seluruh warga sekolah.
- Kemitraan Antar-Satuan Pendidikan (Kemitraan Vertikal & Horisontal): SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki membangun jejaring kolaborasi sinergis dengan sekolah-sekolah serumpun di lingkungan Niki-Niki, di antaranya:
- SD Katolik Yaswari 3 Niki-Niki: Berkolaborasi dalam pemetaan dan penyelarasan transisi pembelajaran murid baru dari jenjang SD ke SMP, penyelarasan program literasi, serta kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan seni bersama.
- SMA Katolik Stella Maris Niki-Niki: Berkerja sama dalam program penelusuran minat dan bakat murid jenjang lanjut, orientasi kelanjutan studi, pemanfaatan bersama fasilitas pembelajaran/kegiatan tertentu, serta pembinaan minat ilmiah, seni, dan olahraga tingkat menengah.
- Kemitraan Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Remaja: Sekolah menjalin kerja sama secara rutin dengan Puskesmas Niki-Niki. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program pemeriksaan kesehatan berkala bagi murid, pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri, serta penyelenggaraan sosialisasi/penyuluhan edukatif mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), pencegahan stunting, gizi seimbang, serta bahaya penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) dan kebiasaan merokok.
- Kemitraan Bidang Keamanan, Kedisiplinan, dan Kewargaan: Sekolah bermitra dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Amanuban Tengah. Kerja sama ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kedisiplinan murid, pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), edukasi kesadaran hukum, pencegahan kenakalan remaja/perundungan (anti-bullying), serta sosialisasi keadaban dan keselamatan berlalu lintas.
- Kemitraan Organisasi Profesi, Komunitas Pendidik, dan Masyarakat Adat: Sekolah aktif dalam jejaring kerja sama melalui wadah organisasi profesi seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), PGRI, serta Komunitas Belajar (Kombel) antar-sekolah di wilayah Timor Tengah Selatan guna berbagi praktik baik (best practices), pengembangan kurikulum, dan partisipasi dalam ajang lomba akademik maupun non-akademik. Selain itu, kerja sama dengan Komite Sekolah dan para tokoh adat (Usif/Mafefa) Amanuban Tengah senantiasa dipelihara untuk mendukung kebijakan sekolah, menjaga kerukunan antarumat beragama lewat tradisi Okas, serta mengintegrasikan muatan kearifan lokal ke dalam kegiatan pembelajaran.
BAB III VISI, MISI, DAN TUJUAN
A. Rasionalitas dan Arah Pengembangan Visi
Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) disusun oleh SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki sebagai bentuk otonomi manajerial dan paedagogis untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan, karakteristik, serta potensi riil yang ada di sekolah maupun lingkungan sekitar. Perkembangan dinamika global, pesatnya laju teknologi informasi, serta pergeseran tuntutan zaman menuntut satuan pendidikan untuk merespons tantangan masa depan tanpa menghilangkan identitas diri.
Sebagai satuan pendidikan formal berbasis keagamaan yang bernaung di bawah Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang, SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki menyadari pentingnya menyeimbangkan antara kemajuan iptek dan penguatan imtak. Pendidikan di sekolah ini dirancang tidak hanya untuk mengasah ketajaman intelektual murid, tetapi juga memperkokoh pelestarian nilai-nilai religius Kristiani serta kearifan lokal masyarakat Amanuban (Atoin Meto).
Menghadapi era transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan pembentukan karakter murid yang berkesadaran, bermakna, serta menggembirakan, sekolah merumuskan sebuah visi yang visioner, terukur, dan berpusat pada murid (student-centered). Visi ini merupakan cita-cita moral bersama yang menjadi panduan dan penunjuk arah bagi seluruh kebijakan, program, dan aktivitas pembelajaran di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki.
B. Visi Sekolah
Indikator Pencapaian Visi:
- Cerdas: Terwujudnya murid yang memiliki kemandirian berpikir, daya nalar kritis, kemampuan berkomunikasi yang efektif, serta kecakapan logika komputasi (computational thinking) dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.
- Berprestasi: Terwujudnya murid yang mampu mengaktualisasikan segenap potensi, bakat, dan minatnya hingga meraih pencapaian optimal, baik di bidang akademik (olimpiade/literasi-numerasi) maupun non-akademik (seni, budaya, olahraga, dan teknologi).
- Berkarakter Profil Pelajar Pancasila: Terwujudnya murid yang menginternalisasi 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila (beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif) yang tercermin dalam perilaku harian.
- Berpijak pada Ilmu Pengetahuan, Iman, dan Takwa: Terwujudnya keselarasan hidup di mana penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa dijiwai oleh iman Katolik yang teguh, ketakwaan, rasa cinta lingkungan, serta rasa hormat terhadap nilai-nilai kearifan lokal Amanuban Tengah (Neka Afu dan Muke).
Motto Sekolah:
Motto yang diwariskan oleh Santo Aloysius Gonzaga ini menjadi dasar spiritualitas dan motivator internal bagi seluruh murid dan pendidik untuk tidak pernah puas dengan pencapaian biasa, melainkan selalu berjuang melampaui keterbatasan diri demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar (Ad Maiorem Dei Gloriam) dan kebaikan sesama.
C. Misi Sekolah
Misi SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dirancang sebagai langkah strategis, nyata, dan sistematis untuk mewujudkan visi sekolah melalui implementasi Pembelajaran Mendalam yang berkelanjutan:
- Penyelenggaraan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Relevan: Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berpusat pada murid melalui pendekatan berdiferensiasi (differentiated learning), mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital (seperti Koding, AI, dan aplikasi SPEKSAY CBT), serta menyesuaikan gaya belajar murid untuk mengoptimalkan kecerdasan kognitif, emosional, dan psikomotorik secara seimbang.
- Penanaman Budaya Positif dan Kesejahteraan Psikologis (Well-Being): Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak melalui pembiasaan nilai-nilai keimanan, doa, pendampingan rohani bersama Paroki ARYOS Niki-Niki, serta penerapan disiplin positif guna menumbuhkan kesejahteraan emosional dan mental (well-being) murid.
- Pengembangan Potensi, Minat, dan Bakat Murid secara Holistik: Menyediakan wadah pembinaan yang luas dan terstruktur melalui program intrakurikuler, kokurikuler (P5), dan 4 rumpun ekstrakurikuler (Teknologi/Sains, Seni/Budaya, Bahasa/Sastra, serta Olahraga/Kepanduan) untuk mendorong murid mengukir prestasi sesuai keunggulan individu masing-masing.
- Peningkatan Profesionalisme dan Kapasitas Pendidik: Meningkatkan kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian para pendidik secara berkelanjutan melalui Komunitas Belajar Sekolah (KBS), coaching, mentoring, workshop perancangan modul ajar berdiferensiasi, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM).
- Penguatan Kemitraan Strategis (Tri Pusat Pendidikan): Membangun kolaborasi yang erat dan sinergis antara sekolah, orang tua/wali murid, Yayasan Swastisari, lembaga pemerintah (Puskesmas dan Polsek Amanuban Tengah), serta tokoh adat/masyarakat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung dan berkesinambungan.
D. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah dirumuskan sebagai tahapan terukur (SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) yang menjadi target capaian operasional SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027:
- Tujuan Bidang Mutu Pembelajaran dan Kurikulum: Pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027, 100% guru SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berdiferensiasi serta menerapkan instrumen asesmen autentik terdigitalisasi (termasuk penggunaan CBT) yang memfasilitasi kebutuhan belajar unik setiap murid secara optimal.
- Tujuan Bidang Budaya Positif dan Kesejahteraan Murid (Well-Being): Pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah terbukti memiliki iklim belajar yang aman, bebas dari perundungan (zero bullying), serta mendukung kesejahteraan psikologis (well-being) bagi 100% murid yang terukur melalui indikator iklim keamanan dan inklusivitas Rapor Pendidikan.
- Tujuan Bidang Pengembangan Bakat dan Prestasi: Pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027, minimal 85% murid terlibat secara aktif dalam kegiatan pengembangan diri wajib, minat, dan bakat, serta mampu menyumbangkan pencapaian prestasi akademik maupun non-akademik (seperti keterlibatan dalam ajang OSN/POSI, kejuaraan olahraga, pergelaran seni marching band/musik, dan kepramukaan) di tingkat kabupaten maupun provinsi.
- Tujuan Bidang Literasi, Numerasi, dan Karya Murid: Pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027, seluruh kelas (100%) telah mengimplementasikan gerakan literasi sekolah secara konsisten, yang ditandai dengan tersedianya papan apresiasi karya, majalah dinding kelas, serta peningkatan proporsi murid dengan kemampuan literasi dan numerasi pada kategori "Mencapai" dan "Di Atas" kompetensi minimum.
- Tujuan Bidang Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat: Pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027, terjalin kolaborasi aktif dalam kerangka Tri Pusat Pendidikan dengan keterlibatan minimal 90% orang tua/wali murid dalam program-program sekolah, perayaan iman bersama, serta kegiatan sosialisasi edukatif yang diselenggarakan bekerja sama dengan mitra eksternal (Puskesmas, Polsek, dan Paroki).
BAB IV PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Kerangka Pembelajaran Mendalam
Struktur pengorganisasian pembelajaran di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dibangun di atas fondasi kerangka Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang ditopang oleh empat pilar utama. Pilar pertama berfokus pada dimensi profil lulusan, yang menjadi kompas pendorong dalam mewujudkan karakter murid secara holistik dan terpadu. Pilar kedua menanamkan prinsip pembelajaran yang senantiasa mengedepankan iklim berkesadaran (mindful), sarat makna (meaningful), serta menggembirakan (joyful). Selanjutnya, pilar ketiga diwujudkan melalui pengalaman belajar yang terstruktur dalam fase pemahaman konsep, penerapan nyata secara kontekstual, hingga proses refleksi diri. Terakhir, pilar keempat merupakan ekosistem pembelajaran yang menyinergikan praktik pedagogis inovatif, lingkungan belajar yang kondusif, kemitraan strategis (Tri Pusat Pendidikan), serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital.
Implementasi kerangka ini disesuaikan dengan karakteristik unik perkembangan psikologis dan kognitif murid jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada pada fase remaja. Pada fase ini, murid belajar melalui eksplorasi, inkuiri, dan interaksi sosial yang membutuhkan pendekatan holistik integratif. Pembelajaran tidak dilakukan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam setiap pengalaman belajar murid sehingga perkembangan kognitif, spiritual, dan sosial-emosionalnya berlangsung secara natural, bermakna, dan utuh.
Dimensi profil lulusan menjadi orientasi utama dalam merancang seluruh aktivitas pembelajaran. Dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dipadukan dengan nilai-nilai spiritualitas Katolik dan kearifan lokal Amanuban Tengah tidak dikembangkan secara terpisah, melainkan terintegrasi dalam setiap pengalaman belajar murid. Prinsip pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) menjadi landasan fundamental dalam menciptakan suasana belajar yang optimal bagi perkembangan karakter dan potensi murid.
Pengalaman belajar dirancang melalui tiga tahapan esensial: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Tahap memahami memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi konsep-konsep materi melalui pengamatan, diskusi kritis, dan penyelidikan langsung. Tahap mengaplikasi memungkinkan murid menerapkan pemahaman mereka dalam berbagai konteks pemecahan masalah nyata, eksperimen laboratorium, aktivitas proyek, maupun kegiatan keseharian. Selanjutnya, tahap merefleksi membantu murid menyadari apa yang telah mereka pelajari, mengevaluasi proses berpikir yang dilalui, serta merenungkan bagaimana mereka dapat mengamalkan ilmu tersebut untuk kebaikan sesama sesuai dengan semangat Ad Maiora Natus Sum.
B. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dirancang dengan sifat dinamis, fleksibel, dan responsif. Kurikulum ini didesain agar senantiasa relevan dan dapat disesuaikan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, tuntutan kemajuan masyarakat, serta secara khusus responsif terhadap karakteristik, potensi, dan kebutuhan individual murid. Pembaruan yang berkelanjutan dilakukan secara sistematis berdasarkan hasil evaluasi manajerial dan akademis guna memastikan relevansi pembelajaran dengan semangat zaman, tanpa meninggalkan akar spiritualitas Katolik yang menjadi fondasi sekolah.
Pengorganisasian pembelajaran diwujudkan dalam tiga bentuk yang saling bersinergi dan terintegrasi secara utuh:
- Intrakurikuler diselenggarakan sebagai pembelajaran inti untuk mencapaiCapaian Pembelajaran fase D sesuai standar nasional, yang diperkaya dengan pendalaman Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.
- Kokurikuler (Pembelajaran Berbasis Proyek) diimplementasikan untuk menanamkan dan mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila secara nyata melalui pemecahan masalah kontekstual.
- Ekstrakurikuler difasilitasi sebagai wadah penelusuran, pembinaan, serta pengembangan bakat dan minat murid yang secara langsung mendukung ketercapaian dimensi profil lulusan yang komprehensif.
C. Pembelajaran Intrakurikuler
Pembelajaran intrakurikuler di SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki dirancang secara sistematis untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) fase D. Proses pembelajaran ini diorientasikan untuk memberikan pengalaman belajar yang menantang, menggugah nalar, dan bermakna bagi murid dengan memanfaatkan sumber belajar nyata yang ada di lingkungan sekitar.
Prinsip dasar pelaksanaan intrakurikuler berlandaskan pada pembelajaran autentik dan kontekstual, yang secara langsung menghubungkan materi akademis dengan realitas kehidupan sehari-hari murid. Prinsip ini mencakup:
- Memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, bermakna, dan menyenangkan bagi murid.
- Menggunakan sumber belajar nyata yang bersumber dari ekosistem lingkungan sekitar (potensi alam, sosial, dan budaya masyarakat Amanuban Tengah).
- Menghubungkan konsep teoritis pembelajaran dengan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Tabel Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama kelas VII-VIII
| No | Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler per tahun (JP) | Alokasi Intrakurikuler per minggu (JP) | Alokasi Kokurikuler per tahun (JP) | Total (JP) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti | 72 | 2 | 36 | 108 |
| 2. | Pendidikan Pancasila | 72 | 2 | 36 | 108 |
| 3. | Bahasa Indonesia | 180 | 5 | 36 | 216 |
| 4. | Matematika | 144 | 4 | 36 | 180 |
| 5. | Ilmu Pengetahuan Alam | 144 | 4 | 36 | 180 |
| 6. | Ilmu Pengetahuan Sosial | 108 | 3 | 36 | 144 |
| 7. | Bahasa Inggris | 108 | 3 | 36 | 144 |
| 8. | Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan | 72 | 2 | 36 | 108 |
| 9. | Informatika | 72 | 2 | 36 | 108 |
| 10. | Seni, Budaya, dan Prakarya | 72 | 2 | 36 | 108 |
| 11. | Koding dan Kecerdasan Artifisial | 72 | 2 | - | 72 |
| 12. | Muatan Lokal: Pangan Lokal dan Budaya TTS | 72 | 2 | - | 72 |
| Total Alokasi Waktu | 1.116 | 33 | 360 | 1.476 |
Tabel Alokasi waktu mata pelajaran sekolah menengah pertama Kelas IX
| No | Mata Pelajaran | Alokasi Intrakurikuler per tahun (JP) | Alokasi Intrakurikuler per minggu (JP) | Alokasi Kokurikuler per tahun (JP) | Total (JP) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti | 64 | 2 | 32 | 96 |
| 2. | Pendidikan Pancasila | 64 | 2 | 32 | 96 |
| 3. | Bahasa Indonesia | 160 | 5 | 32 | 192 |
| 4. | Matematika | 128 | 4 | 32 | 160 |
| 5. | Ilmu Pengetahuan Alam | 128 | 4 | 32 | 160 |
| 6. | Ilmu Pengetahuan Sosial | 96 | 3 | 32 | 128 |
| 7. | Bahasa Inggris | 96 | 3 | 32 | 128 |
| 8. | Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan | 64 | 2 | 32 | 96 |
| 9. | Seni Budaya (Pilihan: Seni Musik dan Seni Rupa) | 64 | 2 | 32 | 96 |
| 10. | Prakarya : (Pilihan: Prakarya Kerajinan, dan Prakarya Pengolahan )* | 64 | 2 | 32 | 96 |
| 11. | Koding dan Kecerdasan Artifisial | - | - | - | - |
| 12. | Bimbingan Konseling | 64 | 2 | - | 64 |
| 13. | Muatan Lokal : Pangan Lokal dan Budaya TTS | 64 | 2 | - | 64 |
| Total Alokasi Waktu | 1.056 | 33 | 320 | 1.376 |
D. Kokurikuler atau Pembelajaran Projek
Projek Penguatan Profil Lulusan merupakan pembelajaran kokurikuler yang dirancang khusus untuk mengembangkan 8 dimensi profil lulusan melalui pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kerangka PM. Karakteristik proyek PM dimulai dari masalah atau pertanyaan yang relevan dengan kehidupan anak, melibatkan pengalaman belajar memahami- mengaplikasi-merefleksi, mengintegrasikan 4 kerangka pembelajaran, dan mengembangkan multiple dimensi profil lulusan secara bersamaan.
Tabel Distribusi tema dan dimensi Pengembangan Proyek
| No. | Tema | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1. | Bangun Pagi | Murid membiasakan diri bangun pagi antara pukul 04.00 – 06.00 |
| 2. | Beribadah | Murid menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing |
| 3. | Berolahraga | Murid melakukan aktivitas fisik secara teratur |
| 4. | Makan sehat dan bergizi | Murid membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang |
| 5. | Gemar belajar | Murid menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar |
| 6. | Bermasyarakat | Murid melatih kepedulian terhadap lingkungan sekitar |
| 7. | Tidur cepat | Murid memastikan waktu tidur yang cukup |
E. Pembelajaran Ekstrakurikuler
Pembelajaran ekstrakurikuler merupakan bagian integral dari Kurikulum Satuan Pendidikan SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertujuan untuk memfasilitasi dan mengembangkan potensi, bakat, minat, serta kepribadian murid di luar alokasi waktu pelajaran formal.
Kegiatan ekstrakurikuler difokuskan pada 4 rumpun utama:
- Teknologi & Sains
- Seni & Budaya
- Bahasa & Sastra
- Olahraga & Kepanduan
Jadwal Pelaksanaan Ekstrakurikuler:
Dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat, pukul 13.30 – 15.00 WITA.
F. Pengaturan Waktu Pembelajaran
Pengaturan alokasi waktu pembelajaran mengutamakan fleksibilitas yang disesuaikan dengan ritme belajar dan perkembangan kognitif maupun psikologis murid usia remaja.
G. Pengembangan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN)
Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) adalah gerakan sistemik untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan ramah anak sesuai dengan amanat Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026. Pendekatan ini berfokus pada empat pilar utama: pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis & sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.
H. Mitigasi Bencana
Kurikulum mitigasi bencana mencakup materi pengenalan risiko, keselamatan diri, kesiapsiagaan, dan dukungan psikososial (Pra-Bencana, Saat Bencana, Pascabencana).
I. Pengembangan Literasi dan Numerasi
Program literasi dan numerasi dirancang untuk membangun kompetensi dasar siswa yang terintegrasi dalam intrakurikuler dan kokurikuler.
J. Kesehatan Remaja
Diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PJOK, IPA, dan bimbingan konseling, berfokus pada kesehatan fisik, mental, reproduksi, gizi, dan pencegahan TRIAD KRR.
BAB V PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Kerangka Perencanaan
Perencanaan pembelajaran mengacu pada kerangka kerja Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui 4 tahapan sistematis:
- Identifikasi
- Desain Pembelajaran
- Pengalaman Belajar
- Asesmen
B. Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) mengacu pada standar CP Fase D yang ditetapkan pemerintah dan disesuaikan dengan konteks sekolah.
C. Rencana Pembelajaran
Sekolah menggunakan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang memuat Identifikasi, Desain Pembelajaran, Pengalaman Belajar (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi), dan Asesmen.
D. Pelaksanaan Pembelajaran
Menggunakan berbagai model pembelajaran seperti STEAM, Collaborative Learning, Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Inquiry-Based Learning, dan Discovery Learning.
E. Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran
Tahap persiapan, Pendahuluan (Apersepsi), Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi), Istirahat, dan Penutup.
F. Asesmen Pembelajaran
Dilaksanakan asesmen awal (diagnostik), proses (formatif), dan akhir (sumatif) menggunakan aplikasi SPEKSAY CBT.
G. Kriteria Kenaikan Kelas, Kelulusan dan Mutasi
Ditetapkan berdasarkan penyelesaian beban belajar, kehadiran minimal 85%, nilai sikap BAIK, dan mengikuti ujian akhir (PSAJ/TKA).
H. Pendidikan Kecakapan Hidup & I. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
Diintegrasikan secara terpadu dalam semua mata pelajaran dan muatan lokal.
BAB VI PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
A. Pendampingan
Dilakukan melalui program Coaching, Mentoring, dan Pelatihan yang berkelanjutan.
B. Evaluasi
Dilakukan harian, per unit belajar, per semester, dan per tahun.
C. Pengembangan Profesional
Program reflektif untuk peningkatan kompetensi pendidik (IHT, Komunitas Belajar, MGMP).
BAB VII PENUTUP
Kurikulum Satuan Pendidikan SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menyempurnakan kurikulum di masa depan.
0 Komentar