Beban Bangga di Ujung Merah Putih: Estafet Kepemimpinan OSIS St. Aloysius Niki-Niki Resmi Berpindah



NIKI-NIKI – Angin pagi yang berembus di lapangan SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki pada Senin (28/9/2026) terasa membawa nuansa yang berbeda dari biasanya. Di bawah sorot hangat matahari pukul 07.00 WITA, barisan rapi siswa-siswi kelas VII hingga IX berdiri tegak dalam balutan seragam. Mata mereka tertuju pada satu titik yang sama, menjadi saksi dari sebuah tradisi tahunan yang selalu berhasil membawa haru sekaligus memercikkan harapan baru: Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pengurus OSIS.

Pagi itu, panggung utama bukan sekadar milik Romo Kepala Sekolah, Rm. Milikhiur Tamelab, Pr., S.Fil., Gr., beserta jajaran dewan guru dan pegawai. Panggung tersebut sepenuhnya menjadi ruang penghormatan bagi para pemimpin muda.

Di sisi lapangan, pengurus OSIS periode 2025/2026 berdiri dengan dada membusung bangga namun menyimpan sebersit rasa haru. Hari itu adalah hari terakhir mereka mengemban tugas secara resmi. Bertindak sebagai penyelenggara penuh, mulai dari merancang susunan acara, mempersiapkan tempat, hingga memastikan tata upacara berjalan sempurna di bawah bimbingan Pembina OSIS. Keringat dan dedikasi terakhir ini mereka persembahkan sebagai bentuk tanggung jawab pamungkas sebelum memupus masa bakti.

Suasana seketika berubah hening dan mendebarkan saat calon pengurus baru periode 2026/2027 melangkah maju ke tengah lapangan. Wajah-wajah muda yang dipenuhi tekad itu perlahan mengangkat tangan, memegang erat ujung bendera Merah Putih yang berkibar tertiup angin. Di hadapan seluruh warga sekolah, suara wibawa Romo Kepala Sekolah memecah keheningan, menggemakan pertanyaan-pertanyaan kesediaan yang menggetarkan hati.

"Sebelum Saudara saya lantik, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab serentak dengan kata 'Ya, kami bersedia'," ucap Romo Kepala Sekolah.

"Bersediakah Saudara menjadi ketua, wakil ketua, dan pengurus OSIS SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki periode 2026/2027?" Dengan satu tarikan napas, suara lantang dan serentak membelah lapangan, "Ya, kami bersedia!"

"Bersediakah kalian menjadi teladan yang baik bagi seluruh murid-murid SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki?" "Ya, kami bersedia!"

"Bersediakah kalian menjunjung tinggi nama baik sekolah SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki?" "Ya, kami bersedia!"

Janji suci itu tidak hanya diucapkan di hadapan manusia, tetapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan bimbingan Kepala Sekolah, para pengurus baru mengikrarkan komitmen luhur mereka. Mereka berjanji dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas secara jujur dan adil, menjaga keharmonisan hubungan antar siswa dan guru, mematuhi segala tata tertib, serta bekerja keras mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan sekolah.

Prosesi berlanjut pada momen yang paling simbolis. Ketua OSIS demisioner melangkah maju, menyerahkan bendera kebesaran OSIS beserta berkas laporan pertanggungjawaban kepada Ketua OSIS yang baru. Penyerahan atribut ini bukan sekadar pergantian barang, melainkan pemindahan tongkat estafet yang sarat akan beban, harapan, dan cita-cita. Nakhoda telah resmi berganti.

Menutup rangkaian momen bersejarah tersebut, Rm. Milikhiur Tamelab memberikan amanat penutup yang menyentuh. Beliau menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pengurus lama atas pengorbanan waktu dan pikiran mereka selama satu periode terakhir. Kepada pengurus baru yang telah dilantik, Beliau menitipkan satu pesan penting yang harus selalu diingat.

"Amanah ini bukanlah sekadar gelar untuk dibanggakan, melainkan panggilan untuk melayani. Jadilah teladan bagi teman-teman kalian, jalankan visi dan misi dengan penuh tanggung jawab, serta bawalah OSIS menjadi organisasi yang lebih aktif, kreatif, dan berprestasi," pesannya dengan penuh harap.


Rangkaian upacara pelantikan pagi itu akhirnya ditutup dengan senyum simpul dalam sesi foto bersama, diiringi jabat tangan hangat dari para guru dan siswa sebagai bentuk dukungan moral. Estafet kepemimpinan telah diserahkan. Tugas lama telah usai dengan indah, dan kini, saatnya pengurus baru berlari menyongsong lembaran cerita yang baru untuk SMP Swasta Katolik St. Aloysius Niki-Niki. (CS/IS).

Posting Komentar

0 Komentar